TVRINews, Sulawesi Tenggara
Langit di wilayah Kepulauan Buton, termasuk Kota Baubau, dalam beberapa hari terakhir terlihat keruh keputihan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas III Betoambari Baubau mengidentifikasi kondisi tersebut sebagai asap, bukan kabut yang disebabkan oleh uap air.
Asap tipis terlihat menyelimuti sejumlah wilayah di Kepulauan Buton. Stasiun Meteorologi Betoambari Baubau menyebut kondisi atmosfer dan rendahnya kelembapan menjadi indikasi bahwa fenomena tersebut merupakan sebaran asap.
BMKG memperkirakan asap tersebut bukan berasal dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kepulauan Buton maupun Sulawesi Tenggara. Pada 28 September, BMKG hanya mencatat tiga titik panas di wilayah kerjanya.
Berdasarkan analisis arah angin dan kondisi atmosfer, asap diduga merupakan kiriman dari arah tenggara. Asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Papua Selatan dan kemungkinan bercampur dengan asap dari wilayah Maluku dapat terbawa angin regional melintasi Laut Banda hingga mencapai wilayah Kepulauan Buton.
Petugas Stasiun Meteorologi Betoambari Baubau, Steviano Mardika, menjelaskan jarak antara Merauke, Papua Selatan, dan Kota Baubau mencapai sekitar 1.800 kilometer. Menurutnya, kondisi langit keruh akibat sebaran asap masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan, bergantung pada perubahan pola angin dan perkembangan kebakaran di wilayah sumber.
“Yang terjadi di wilayah Buton dan sekitarnya ini sebenarnya termasuk dalam sebaran asap dari kebakaran hutan. Informasi yang kami terima, kebakaran hutan terjadi di wilayah tenggara Indonesia. Untuk saat ini, pergerakan angin dominan dari tenggara, sehingga asap-asap hutan yang terjadi di wilayah tenggara itu terbawa sampai ke wilayah ini,” jelas Steviano, dikutip Kamis, 1 Oktober 2026.
Masyarakat diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama pada siang hari. Kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan, disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Pengguna jalan, transportasi laut, dan penerbangan juga diminta meningkatkan kewaspadaan seiring potensi menurunnya jarak pandang.
Stasiun Meteorologi Betoambari Baubau akan terus memantau arah angin, jarak pandang, kondisi atmosfer, serta perkembangan titik panas di wilayah Kepulauan Buton dan sekitarnya.










