TVRINews, Kendari
Realisasi penyerapan anggaran Kementerian Haji dan Umrah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada tahun anggaran 2026 mencapai 90 persen.
Capaian tersebut disebut menjadi salah satu yang tertinggi di Sulawesi Tenggara, didukung perencanaan anggaran yang efektif serta penyelesaian laporan pertanggungjawaban (LPJ) dan revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tepat waktu.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kota Kendari, Sunardin, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh jajaran dalam merencanakan dan menggunakan anggaran sesuai kebutuhan program.
“Alhamdulillah, realisasi anggaran kami di Kementerian Haji dan Umrah Kota Kendari untuk tahun 2026 sampai saat ini sudah mencapai 90 persen. Persentase ini termasuk besar di wilayah Sulawesi Tenggara,” ujar Sunardin, dikutip Selasa, 27 Oktober 2026.
Menurutnya, pengelolaan anggaran tidak hanya berfokus pada tingginya persentase penyerapan, tetapi juga pada manfaat setiap belanja serta kepatuhan terhadap ketentuan pengelolaan keuangan negara.
Ia menjelaskan, seluruh program yang telah direncanakan diupayakan terlaksana sesuai peruntukannya dengan tetap memperhatikan efektivitas, ketepatan sasaran, dan akuntabilitas penggunaan anggaran.
“Alhamdulillah, seluruh program yang ada sudah kami manfaatkan dengan baik sesuai peruntukannya dan sesuai dengan peraturan pengelolaan keuangan,” jelasnya.
Memasuki sisa tahun anggaran 2026, Kementerian Haji dan Umrah Kota Kendari menargetkan penyerapan anggaran meningkat menjadi 95 persen pada bulan berikutnya. Seluruh jajaran diminta mengoptimalkan waktu yang tersisa dengan tetap mematuhi ketentuan dan menjaga tata kelola keuangan.
Optimalisasi anggaran juga diarahkan pada program-program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan jemaah. Dengan demikian, penggunaan anggaran diharapkan tidak sekadar memenuhi target penyerapan, tetapi turut mendukung peningkatan kualitas pelayanan haji dan umrah.
Kementerian Haji dan Umrah Kota Kendari menegaskan, tingginya penyerapan anggaran perlu diimbangi dengan kualitas belanja agar setiap program memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya jemaah haji dan umrah.










